Dear Ukhti-ku…

30 06 2008

Dear ukhti-ku yang kucintai karena Allah…
Apa kabar imanmu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan kepadamu dan melindungimu dari segala keburukan.
Ukhti-ku yang kucintai karena Allah, sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami”. (HR. Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah).
Ukhti-ku, pagi ini aku membaca sebuah buku, didalamnya terdapat 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya, Fathimah binti Rasulullah.
Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tersebut adalah :

  • Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung (kalau sekarang mungkin
    masak yah ?) untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan
    kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan
    derajat wanita itu.
  • Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung
    untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan antara dirinya dengan
    neraka tujuh tabir pemisah.
  • Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu
    menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala
    baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi
    pakaian seribu orang yang telanjang.
  • Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya,
    melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat
    nanti.
  • Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan diatas adalah
    keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, maka
    aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah
    kemurkaan Allah.
  • Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan
    ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan
    serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan,
    Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan
    Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti
    ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan,
    maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur akan mendapat
    taman indah yang merupakan bagian dari taman surga. Dan Allah memberikan
    pahala baginya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji
    dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
  • Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani segala kebutuhan suami
    selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah
    mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian kepadanya pada hari kiamat
    berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada
    tubuhnya seribu kebaikan dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali
    beribadah haji dan umrah.
  • Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami,
    melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih
  • Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami
    dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit
    menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni
    dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
  • Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan
    menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya,
    melainkan Allah memberi minuman yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan
    dari sungai-sungai surga. Allah memudahkan sakaratul maut baginya, serta
    kuburnya menjadi bagian dari taman surga. Dan Allah menetapkan baginya bebas
    dari siksa neraka serta dapat melintasi sirathal mustaqim dengan selamat.

Ukhti-ku yang kucintai karena Allah…
Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah
dunia.Jadilah dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah dan kokoh
karena dirimu adalah tiang negeri ini.

Ukhti-ku yang kucintai karena Allah…
Tidakkah dirimu galau melihat keadaan negeri saat ini ? Apa yang akan kau
katakan kepada anakmu kelak saat ia bertanya mengapa negeriku seperti ini?
Jadikanlah dirimu wanita sholehah, karena esok negeri ini di tangan generasi
kita.
Ukhti-ku yang kucintai karena Allah…
Begitu indah menjadi istri, setiap perbuatan menjadi pahala, lakukan dengan
ikhlas karena Allah, Insya Allah dunia akhirat menjadi milikmu.
Ukhti-ku yang kucintai karena Allah…
Semoga Allah yang Maha Baik menjadikan kita wanita dan istri sholehah,
membantu dan membimbing kita untuk tetap di jalanNya, aamiin.





It’s a Very Poluted World!

25 06 2008

Serba salah. Mungkin itu kata yang tepat yang dapat menggambarkan kondisi kehidupan kita sekarang. How Come? let’s see..

Ketika kita ingin menerapkan pola hidup sehat misalnya, kita mungkin tidak akan menjadi seorang perokok, akan memilih menu makanan sehat yang di dominasi oleh ikan-ikanan, buah, dan sayur. Mungkin kita juga akan menambahkan suplemen yang dapat memberikan nutrisi yang mungkin tidak terpenuhi oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Read the rest of this entry »





Siapa yang ‘Ndeso’?

7 05 2008

(Dari milis tetangga — semoga dengan menyebarkan tulisan ini ikut membuka mata anak bangsa yang membacanya. Thanks to the writer)

oleh : Ika S. Creech *)

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektor pun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.
Read the rest of this entry »