It’s a Very Poluted World!

Serba salah. Mungkin itu kata yang tepat yang dapat menggambarkan kondisi kehidupan kita sekarang. How Come? let’s see..

Ketika kita ingin menerapkan pola hidup sehat misalnya, kita mungkin tidak akan menjadi seorang perokok, akan memilih menu makanan sehat yang di dominasi oleh ikan-ikanan, buah, dan sayur. Mungkin kita juga akan menambahkan suplemen yang dapat memberikan nutrisi yang mungkin tidak terpenuhi oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Unfortunately, keinginan kita itu bisa jadi terhambat dan tidak tercapai kalau kita tidak berhati-hati. Walaupun kita sudah berusaha memilih sumber makanan yang penuh vitamin, nutrisi dan serat itu tadi, belum tentu kita menjadi sehat. Semua itu karena adanya pengaruh lingkungan dimana kita tinggal sekarang, coba kita lihat satu persatu.

First, walaupun kita tidak merokok, bisa jadi nikotin(zat berbahaya yang ada di dalam rokok) tersebut mengendap di dalam tubuh kita, karena kita menjadi perokok pasif. Memang tidak adil rasanya kalau memang hal tersebut menimpa seseorang, tapi kita lihat saja sekarang di Indonesia, naik angkutan umum ada yang merokok, berada di tempat-tempat umum seperti stasiun, pasar, kantor, bahkan kadang-kadang di ruang-ruang ber-Ac yang dilarang untuk merokok, kita masih dapat menemui orang-orang yang tidak tahu diri dengan santainya merokok dan mengotori udara di sekitarnya sehingga orang-orang yang berada di dekatnya otomatis menjadi korban asap rokok tersebut. pffh..orang-orang semacam ini harus benar-benar diberikan pemahaman untuk tidak merugikan orang lain.

Second, mungkin kesadaran kita untuk mengkonsumsi sayur dan buah sudah tinggi (terutama di Jawa Barat) karena kita sudah tahu pentingnya vitamin dan serat yang ada pada jenis makanan tersebut bagi tubuh kita. Tapi sayangnya, seiring dengan hal positif itu, sayur-mayur dan buah-buahan yang beredar di pasaran Indonesia sekarang, esp. Bandung, mana yang tidak menggunakan pestisida? ini tentu saja berkaitan dengan alasan ekonomis, menghasilkan panen yang lebih banyak, dan “tampilan” yang lebih menarik, karena lebih besar, lebih segar, dan lebih mulus. Padahal, pestisida dan zat-zat kimia yang digunakan untuk mengusir hama tersebut, menurut ahlinya, tidak dapat diuraikan oleh tubuh kita. Jadilah zat-zat kimia itu tadi mengendap di dalam tubuh kita, yang pada gilirannya tubuh kita akan protes, dan muncullah penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan. Belum lagi faktor perawatan sayur dan buah sebelum panen, terutama sayuran, saya pernah melihat sendiri kalau sayur-sayur yang ditanam di ladang itu disiram dengan air selokan yang warnanya sudah hitam karena tercemar, bisa dibayangkan, apa yang ada di dalam air itu? hiii…minimal satu jenis bakteri ada di sayur tersebut.

Demikian juga dengan buah yang dapat langsung kita makan tanpa mengupas terlebih dulu, misalnya anggur. Kalau dilihat sekarang buah anggur yang dipasarkan itu ada semacam lapisan berwarna putih, itu adalah pestisida yang tak dapat diuraikan oleh tubuh kita dan tidak dapat dihilangkan dengan mencucinya dengan air saja.

Mengolah sayur yang tepat adalah dengan memasaknya tidak terlalu matang, sehingga kita dapat memperoleh vitamin dan nutrisinya, selain seratnya. Tapiiii…dengan memperhatikan kondisi sayur yang ada di pasaran sekarang, kalau kita memasaknya setengah matang, bisa jadi bakteri dan kumannya belum mati..akhirnya…mau sehat malah jadi ngga sehat. Sedangkan kalau kita masak sayurnya sampai benar-benar matang dan layu, yg kita dapatkan hanya seratnya saja, akhirnya bisa jadi kita kekurangan zat makanan yang penting dari sayur.

Karena kita kekurangan nutrisi dari buah dan sayur ini, kita kemudian mengkonsumsi vitamin dan suplemen makanan yang banyak juga beredar di pasaran. Tapiii….again vitamin dan suplemen makanan tersebut rata-rata juga sintetik dari zat-zat kimia yang juga tak semuanya teruraikan oleh tubuh kita. Akhirnya ada praktek Gali lubang tutup lubang disini….cape deech

Third, makan daging misalnya daging ayam..kebanyakan ayam konsumsi yang beredar di pasaran adalah ayam-ayam hasil karbitan, yang disuntik supaya cepat terlihat besar, dan dapat dijual. Sayangnya, yang besar adalah lapisan lemaknya, bukan ototnya..

Seafood, lautan kita sudah tercemar oleh berbagai macam logam berat, jadi baik ikan, udang, cumi dan makanan laut lainnya otomatis juga sudah tercemar ama zat-zat tersebut…

Benar-benar serba salah!

Kadang, dipikir-pikir lebih enak hidup di kampung, trus punya lahan kosong di belakang rumah. Sayur dan buah tanam sendiri, bikin kolam ikan, pelihara ternak…sehat deh hidupnya….hehehe.

Tapi, santai…semua ada solusinya. Jangan Khawatir, kita masih bisa hidup sehat dan makan enak. Sayur pilih sayur organik yang sekarang juga dah banyak tersedia di pasaran. Buah, lebih baik pilih buah yang harus dikupas sebelum di konsumsi, saya belum tau ada ga buah organik? ayam, pilih ayam kampung, atau ayam broiler yang jantan, seafood? jangan makan seafood dari satu jenis berturut2, variasikan waktunya. misalnya hari ini makan udang, besok makan ikan tuna, besoknya lagi makan cumi, dst. intinya jangan makan yang sejenis berturut2 dalam waktu yang berdekatan, karena jika demikian maka kemungkinan tercemar logam beratnya sama.

Untuk suplemen dan vitamin, kita bisa memilih yang berasal dari herbal atau tumbuh-tumbuhan. Tapiii lagiiiii……semua alternatif itu biasanya lebih mahal…hahahaha…cape deech

Serba salah !

Cerita diatas bukan untuk mengajak pembaca berputus asa, tapi itu cuma sekelumit gambaran dunia kita sekarang yang sudah sangat tercemar polusi, dari atas, bawah, darat dan laut…semua karena manusia…Astaghfirullah

Kita masih bisa menikmati hidup ini, olahraga, banyak senyum dan sadaqah, tetap berhati-hati memilih makanan yang akan kita konsumsi dari faktor halal dan thayyib nya, positif thinking dan semangat berbagi terhadap sesama, insya Allah kita bisa hidup sehat dan bahagia 🙂

so, enjoy your life with the correct way

Advertisements

2 Responses

  1. masalahnya sayur organik mahal banget harganya. satu ikat kangkung ‘biasa’ cuma seribu lima ratus, sedangkan kangkung organik harganya mencapai lima ribu 😦 jadi gak sehat dikantong kan?

  2. 🙂 yes dear, its more expensive of course, karena memang butuh perawatan ekstra supaya tidak diserang hama sebelum dipanen. Tapi saya pikir, kalau kita ingin sehat jangka panjang, maka harga itu tidak lagi menjadi mahal. … tp penekanannya tetap di kalimat terakhir, kita nikmatin aja hidup ini, positif thinking dan selalu berusaha memilih yang terbaik 😉

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: