Rezeki dari Allah….. (part 2 dari Part 1 yang belum di post..hehehe)

Menjawab pertanyaan bunda2 mengenai proses induksi laktasi, saya akan share pengalaman saya, tapi untuk lebih detil dan tepat tentang teknisnya, baiknya bunda2 langsung ke dokter laktasi terdekat di kota bunda, karena kasus dan kondisi per orang dan bayinya pasti beda-beda.

saya sangat bersyukur Azzam tidak seperti kebanyakan bayi yang dari lahir tidak mengenal puting ibunya, biasanya mengalami bingung puting, tapi Azzam tidak. Alhamdulillah
pada saat azzam dibawa pulang ke rumah, usianya 5 hari. dan karena ada info dari tante saya ada kenalannya yang mengadopsi anaknya rutin di kasi nenen (ngempeng) PD ibunya, lama kelamaan keluar air dari PD ibunya tersebut walaupun sedikit dan berwarna bening, saya jadi mulai memberanikan diri menyodorkan PD saya ke baby Azzam, dan luar biasa rasanya sungguh menakjubkan ya bun, liat bayi baru lahir diberi insting oleh Allah untuk refleks menghisap puting, dan lidahnya juga terasa sangat kasar dan tajam, apalagi PD saya saat itu belum ada airnya, jadi rasanya lumayan perih 😀
Alhamdulillah, posisi nenen baby Azzam sudah bener, sehingga puting saya tidak sampai lecet. sejak saat itu hampir setiap hari saya usahakan baby Azzam ada waktu untuk ngempeng ke saya.
sebenarnya dari awal juga ada info dari temen saya tentang induksi laktasi dan saya juga udah googling masalah itu, tapi masih selalu tertunda untuk datang ke dokter laktasi, karena alasan kerjaan, waktu, kasian baby azzam dibawa2 keluar dlsb, hingga baby Azzam berusia 3 bulan, ada sedikit kekhawatiran baby Azzam tidak mau lagi ngempeng ke saya karena udah semakin besar, akhirnya cari info ttg induksi laktasi dengan lebih serius, mulai dari mengontak aktivis AIMI yang saya peroleh dari teman dekat saya, hingga cerita seperti yang saya tulis diatas.
ketika konsul pertama ke dr. stella, suami sampai cuti dari kantornya untuk nganter saya dan baby Azzam (karena suami bekerja di kota yang berbeda dengan saya, LDR)
dr. Stella menjelaskan cara kerja PD memproduksi ASI dan mempraktekkan cara memeras ASI. kemudia saya diminta untuk memperlihatkan gimana baby azzam selama ini nenen, setelah pelekatannya sempurna, dr. stella menyelipkan ujung selang SNS yg terhubung ke dot susu, sehingga baby Azzam lebih betah ngempeng karena dapet susu dan PD saya dapat rangsangan isapan baby.
kemudian saya diresepkan DOMPERIDONE 3 x2 dan vitamin FOLAMIL 1×1 karena saya bekerja, selama di kantor saya diminta untuk rutin memerah asi, mau keluar atau tidak asinya tetap aja lakukan proses pemerahan. kalo dirumah, langsung kasi ke baby azzam menggunakan selang SNS tadi. walau saya sering lupa kalo di kantor, karena ada aktivitas lain, paling tidak setiap sebelum sholat saya usahakan memerah asi di toilet :D, sedangkan di rumah, yang semula lancar-lancar aja kasi nenen baby Azzam menggunakan selang, lama-lama dia mulai merasa terganggu dengan ada selang tersebut sehingga agak ngadat, kadang bikin saya drop juga, tapi alhamdulillah suami selalu menyemangati walau hanya via telp…oiya, kita juga ngasi kabar ke orang tua kita tentang proses ini dan minta doa dari orang tua kita.
subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, seminggu dari kunjungan pertama, keluar setetes asi dari PD kanan, warnanya putih agak bening, belum begitu kental, kemudian saya perah PD kiri, muncul juga dari sana. saya langsung panggil suami yang saat itu ada dirumah, kita kaya mimpi, langsung sujud syukur kepada yang Maha Kuasa atas karunianya itu. dan saya jadi lebih semangat lagi ngasi nenen ke baby Azzam, setelah itu udah ga pake selang lagi karena baby azzam terusan2 nangis dan berontak kalo pake selang.
kunjungan kedua ke dokter, ditanya target saya mau seperti apa, saya bilang sampai asinya semakin banyak walaupun tidak cukup untuk menggantikan posisi sufor sepenuhnya juga gpp, yang penting baby Azzam bisa jadi mahram saya.
dokternya hanya bilang untuk meneruskan terapi, dan memberikan nenen langsung, serta DOMPERIDONE-nya perlahan dikurangi. pekan kedua dijadikan 2×2, pekan selanjutnya konsul ke dokter hanya melalui whatsapp, pekan ketiga turun lagi jadi 2×1, sekarang pekan ke-4 seharusnya baru turun jadi 1×1 tapi karena saya suka lupa minum obat yang 2, jadinya langsung turun jadi 1×1. pemakaian domperidone maks 4 pekan.
sekarang alhamdulillah asinya terus keluar walaupun belum sebanyak ibu-ibu yang hamil, alhamdulillah sudah bisa sampai mengantar baby Azzam tertidur 🙂
begitu cerita panjangnya. mohon doa agar terus semakin banyak asinya yaa… ayo ibu-ibu semangaaat…ASI adalah karunia Allah yg tak ternilai, jangan sampai kita menyia-nyiakannya.
kalo boleh saya simpulkan ada dua faktor pendukung utama keberhasilan proses induksi laktasi:

1. Motivasi dari dalam diri,
2. dukungan orang terdekat, terutama suami dan orangtua
3. konsul ke dokter yang tepat, yang memiliki kepedulian tinggi tentang menyusui dan mengerti tentang induksi laktasi, saya dan suami menunda untuk lebih serius cari info dokter laktasi karena saat ngobrol dan nanya2 ama dsa baby Azzam tentang proses itu, dsa-nya malah tidak mendukung dan bilang kalo yang kaya gitu biasanya dikasi obat2 hormon, biasanya hormon itu mahal dan masih jarang yang halal, dst, sehingga agak menyurutkan langkah kita. (salah sendiri sih, ngobrolin proses laktasi ama dsa, kurang nyambung kali yaa..hehehe)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: